SURABAYA – Suasana berbeda
terasa di ruang perpustakaan SDN Gubeng III/206 pada pekan kedua Oktober 2026.
Jika biasanya ruangan itu dipenuhi siswa yang asyik membaca atau meminjam buku,
kali ini perpustakaan menjadi pusat perhatian para petugas dari Dinas
Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Kota Surabaya.
Kehadiran tim Dispusip tersebut bukan tanpa tujuan. Mereka datang dalam rangka memberikan pendampingan akreditasi perpustakaan sekolah. Sebuah program pembinaan rutin dari Pemerintah Kota Surabaya untuk memastikan perpustakaan sekolah memenuhi Standar Nasional Perpustakaan (SNP). Kegiatan yang berlangsung secara intensif selama pekan kedua Oktober ini menjadi langkah strategis bagi SDN Gubeng III/206 dalam meningkatkan kualitas layanan literasi bagi para peserta didik.
Pendampingan Menyeluruh, Bukan Sekadar Penilaian
Selama sesi pendampingan, tim dari Dispusip yang terdiri dari pustakawan ahli dan tenaga teknis melakukan asesmen secara mendalam terhadap berbagai komponen pengelolaan perpustakaan. Ruang lingkup pendampingan mencakup beberapa aspek penting, di antaranya:
- Koleksi Bahan Pustaka. Pengecekan terhadap jumlah, jenis, dan kesesuaian koleksi buku dengan kebutuhan kurikulum serta minat baca siswa.
- Sarana dan Prasarana. Evaluasi kondisi fisik ruang perpustakaan, mulai dari pencahayaan, sirkulasi udara, rak buku, hingga ketersediaan fasilitas pendukung seperti komputer dan akses internet.
- Manajemen dan Pelayanan. Pembenahan sistem administrasi, prosedur peminjaman dan pengembalian, katalogisasi, serta kompetensi tenaga pengelola perpustakaan.
- Dokumen Administrasi dan Bukti Fisik. Verifikasi kelengkapan data yang menjadi syarat instrumen penilaian akreditasi.
Tidak hanya melakukan penilaian, tim Dispusip juga aktif memberikan masukan, arahan teknis, dan rekomendasi perbaikan. Hal ini bertujuan agar perpustakaan SDN Gubeng III/206 tidak hanya lulus akreditasi, tetapi juga mampu meraih predikat terbaik.
Kepala SDN Gubeng III/206, Mahfudz MS, M.Pd.I., menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan pendampingan ini. Menurutnya, kehadiran tim Dispusip menjadi momentum penting bagi perpustakaan sekolah untuk terus berbenah dan bertransformasi.
"Kami sangat terbuka dan berterima kasih atas pendampingan ini. Masukan dari Dispusip menjadi peta jalan bagi kami untuk membenahi perpustakaan secara menyeluruh. Kami ingin perpustakaan ini bukan sekadar ruangan penyimpan buku, tetapi benar-benar menjadi tempat yang nyaman, menyenangkan, dan menjadi pusat sumber belajar bagi anak-anak serta guru," ujar Mahfudz MS, M.Pd.I. dalam sambutannya.
Beliau juga menegaskan bahwa akreditasi bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari komitmen berkelanjutan untuk menjadikan perpustakaan sebagai jantung sekolah yang dinamis dan menumbuhkan budaya literasi sejak dini.
Tim redaksi Jurnal SDN Gubeng III Surabaya, 29/06/2026
.jpeg)
0 Komentar